Geo Wisata Batu Belimbing Bangka Selatan

Geo Wisata Batu Belimbing Bangka Selatan

Oleh: Ir. Budi Setyo
Pemerhati Kepariwisataan di Bangka Selatan

Fenomena geologi di Bangka Selatan dengan adanya penyebaran batuan beku granit mendatangkan berkah bagi masyarakat setempat. Bijih timah yang merupakan hasil pelapukan stadia lanjut dari batu granit mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Namun, sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (non renewable resoures), maka akan habis ketersediaanya pada suatu saat nanti.

Selain bijih timah, penyebaran batu granit tersebut juga membentuk bentang alam geomorfologi yang sangat indah dan unik. Apabila batu granit tersebut tersingkap berupa bongkahan (boulder) di pantai dan laut, tentu ini akan menjadikan pemandangan yang eksotis lantaran adanya perpaduan antara birunya air laut, putihnya pasir kuarsa dan abu-abunya bongkahan batu granit.

Sementara batu granit yang tersingkap didarat menunjukkan keunikan tersendiri, sehingga menambah keaneka ragaman potensi obyek wisata di Bangka Selatan. Keinginan Bupati Bangka Selatan Drs. Justiar Noer, ST,MM,MSi untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan pasca timah tidaklah berlebihan jika melihat potensi wisata alam pantai, wisata bahari, wisata budaya dan wisata sejarah yang melimpah di Bangka Selatan. Disadari pula bahwa pariwisata merupakan sumber daya alam yang tidak akan pernah habis.

Salah satu potensi obyek wisata yang sangat unik dan langka (something different) adalah Batu Belimbing, demikian masyarakat menyebutnya, karena kenampakannya mirip buah belimbing, terletak di Kampung Lalang, Toboali, Bangka Selatan dengan jarak tempuh hanya 10 menit perjalanan mobil dari pusat Kota Toboali. Akses jalan berupa jalan aspal hotmix sampai lokasi. Berjarak hanya 300 meter dari Batu Belimbing terdapat Pantai Perahu dan Pantai Batu Kapur yang sangat indah.

Batu Belimbing, sebenarnya merupakan fenomena geologi yang sangat unik. Batuan beku granit Formasi Klabat hasil pembekuan magma di dalam perut bumi pada 270 Juta tahun yang lalu, dengan komposisi mineral biotit, hornblende, pyroksen, kuarsa, plagioklas, cassiterit dan amphibol. Batuan dengan kenampakan seperti Belimbing tersebut, di dunia jumlahnya tidak banyak. Sepengetahuan penulis, batuan sejenis hanya berada di dekat Pantai Rumodong Belinyu, di Bangka Barat, di Anambas Kepulauan Riau dan di negara China.

Literatur mengenai hipotesa pembentukan Batu Belimbing secara petrologi, geomorfologi belum banyak. Hal ini menunjukkan bahwa fenomena Batu Belimbing memang sangat langka. Pakar geologi UGM bapak Dr.Ir. Soetoto Siswojo menyampaikan teori bahwa struktur geologi tersebut berupa rekahan tegak (columnar joint) akibat pendinginan batuan beku yang arah kolomnya tegak lurus bidang permukaan tubuh intrusi. Karena adanya gaya endogen maka tubuh batuan beku yang awalnya berada dalam perut bumi tersebut mengalami pengangkatan dan pelapukan sehingga membentuk kenampakan geomorfologi seperti sekarang ini.

Keunikan dan kelangkaan Batu Belimbing di Toboali tidak kalah dengan Batu Ayer (Ayer Rock) di Australia. Hanya saja keberadaan Batu Belimbing belum terekspos keluar dan belum dikelola dengan baik. Masih perlu fasilitas umum seperti toilet sebagai amenity pendukung. Apabila Batu Belimbing sudah dikelola secara serius, maka obyek wisata tersebut akan ramai dikunjungi orang, dari sekedar foto selfie dan menikmati keindahannya sampai penelitian akademis khususnya ilmuwan geologi dan kebumian lainnya. Memang, Batu Belimbing obyek wisata yang menyajikan nilai keindahan sekaligus nilai edukasi.(****).

Dikutip dari Rakyat Pos.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML tags are not allowed.