Pesona Pulau Lepar, ujung selatan Pulau Bangka

Kiprah pariwisata Pulau Bangka memang tak sepopuler Pulau Belitung. Tapi percayalah, Bangka menyimpan sejuta misteri keindahan wisata alam dan sejarah yang tak kalah menariknya

Mendengar kata pulau Bangka, mungkin bagi sebagian orang awam masih asing, kalah populer di bandingkan dengan Pulau Belitung. Padahal keindahannya tak jauh berbeda. Sebagai penduduk asli pulau Bangka saya merasa rugi jika tidak menjelajah pulau kecil ini. Terletak diujung selatan pulau Bangka, untuk itu menuju pulau ini membutuhkan sedikit perjuangan.

Tak ingin menyia-nyiakan momen libur lebaran ketika pulang ke kampung halaman, sayapun mengajak beberapa orang teman untuk menuju pulau Lepar. Berbekal info dari teman-teman yang pernah kesana, saya dan beberapa orang teman saya akhirnya nekat kesana. Jika perjalanan dimulai dari Bandara Depati Amir, kota Pangkal Pinang mungkin letak pantai ini cukup jauh, sekitar 5 jam perjalanan. Karena start point kami dari kota Toboali, jarak menuju pulau Lepar hanya 1,5 jam saja. 30 menit menuju pelabuhan sadai. 15 menit menyeberang menggunakan kapal kecil. Dan 45 menit melanjutkan perjalanan menggunakan motor menuju pantai Lampu. Aksesnya cukup mudah.

Dari pelabuhan sadai, pemandangan pulau Lepar sudah menarik urat-urat petualangan di tubuh saya. Birunya air laut berpadu dengan hijaunya hutan bakau diseberang pulau Lepar seolah menjadi gardu selamat datang bagi kami. Tak lupa punggung-punggung bukit kecil meliuk-liuk dengan latar pulau tinggi disampingnya. Teriknya matahari siang itu cukup ganas. Namun tak menghalau semangat kami menuju ke pulau lepar. Tak lama kapal yang akan kami gunakan menuju pulau Lepar tiba. Motor segera diangkut ke atas kapal, dan kapal pun kapal berangkat.

Riak-riak air laut menyentuh pipi dan tubuh kami. Beruntung cuaca sangat cerah. Gelombang laut kali ini cukup besar. Berkali-kali cipratannya masuk ke lambung kapal. Keramahan warga sekitar selalu menyertai perjalanan ini nampaknya. Berkali-kali kami diajak ngobrol, dengan bahasa daerah setempat tentunya.

Tak lama, kurang lebih 15 menit kami tiba di dermaga pulau Lepar. Dermaga kecil yang terbuat dari kayu dan beton ini mengingatkan saya pada dermaga di Gili Trawangan. Persis mirip bentuknya.

Dengan arahan warga setempat kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung labu, tempat letak Pantai Lampu. Perjalanan kesana memakan waktu 45 menit. Jalanan sudah cukup bagus. Sepanjang perjalanan pemandangan tersaji apik. Hutan dengan vegetasi unik menghiasi. Tak lama hamparan hutan sawit memanjakan mata. Berganti lagi dengan pesona sabana yang luas, dan juga susunan bebatuan granit dengan ukuran besar menghiasi pemandangan sepanjang jalan. Keunikan daerah pantai di kepulauan Bangka dan Belitung adalah hamparan batu-baru granit yang besar. Hal ini konon katanya hanya terdapat disegelintir pantai di Indonesia.

Satu hal yang saya sukai dari perjalanan kali ini adalah keramahan warga setempat. Senyum mereka tak berhenti mengembang. Seolah menyapa kami, khas warga melayu Pulau Bangka.

Saya terpukau dengan pepaduan sabana dan bebatuan granit di pulau ini. Bebatuan yang menjadi ikon pulau laskar pelangi ini berjejer seolah disusun sedemikian rupa membentuk monumen alam yang membuat hati ini takjub. Birunya laut mengintip dibalik semak-semak dan hutan menambah semarak perjalanan dengan motor kali ini. Semua pelancong pasti mendambakan suasana ini.

Tak lama, setelah melewati satu perkampungan kami akhirnya tiba di Desa Tanjung Labu. Disana kami bertemu teman kami yang kali ini menjadi guide kami menunjukan letak Pantai Lampu itu, ternyata hanya berjalak 2 KM dari sini. Motor kembali melaju dengan pelan. Tiap-tiap warga yang kami lewati tak lupa melemparkan senyum mereka.

Jantung tiba-tiba berdegup kencang menyaksikan pemandangan disebelah kiri saya. Hamparan pantai berpasir putih bersih dengan kilauan cahaya dari birunya akr laut melambai-lambai disebelah kiri saya. Saya yang terlanjur girang bersorak hampir membuat oleng motor yang saya kendarai. Tak lama kami memarkirkan motor mencari spot terbaik. Indah luar biasa pemandangan didepan mata.

Seolah hamparan kolam raksasa dengan kilauan kristal biru diatasnya menjadi suguhan spektakuler bagi kami. Melihat pemandangan didepan mata ini saya berucap kagum dan menyesal kenapa selama ini saya melupakan tempat kelahiran dan sibuk menjelajahi negeri orang. Pantai Lampu ini tak kalah eksotiknya dengan pantai yang pernah saya datangi seperti di Lombok, Bali, Sempu ataupun Belitong. Disini suasana sangat sepi, terlihat hanya kami berenam saja yang ada di pantai ini.

Tak menyia-menyiakan keindahan didepan mata, kami berenam langsung berlarian ke laut menceburkan diri satu persatu. Ombak disini cukup bersahabat. Bebatuan diujung menyita perhatian kami. Rasanya sangat jarang sekali di Pulau Bangka ini menemukan pantai yang tidak terdapat bebatuan besar yang menjadikan ciri khasnya. Kami berjalan kesana cukup jauh sekitar 1 KM. Ternyata disini bebatuan cukup terhampar luas, beragam ukuran menghiasi pinggir pantai hingga ke tengah laut. Ini spot foto yang menarik nampaknya. Tak lupa kami mengabadikan momen disini. Tak jauh dari bebatuan ini terdapat dermaha diujung sana. Tempat yang sering dijadikan warga sekitar untuk nongkrong di sore hari.

Hari sudah cukup sore. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang, karena takut ketinggalan kapal yang mengangkut kami balik ke pulau Bangka, karena kapal disini terakhir beroperasi pukul 5 sore. Dari dermaga kecil yang akan mengantarkan kami kembali ke pulau Bangka ini, pemandangan matahari terbenam cukup spektakuler. Bukit berbentuk segitiga yang menyerupai gunung ditambah bukit kecil lainnya di pulau tinggi mempercantik panorama sunset sore itu.

Sore itu, disaat kapal dengan syahdunya menyeberangi selat ini. Kami berjanji akan terus menjelajahi setiap sudut negeri serumpun sebalai ini, dan berusaha menjaga keaslian alam di pulau ini dari hal paling terkecil dimulai dari diri sendiri. Semoga pariwisata di pulau ini maju seperti pariwisata di pulau Belitung. Amin

Tulisan dan Foto: Blog Ari Suhendra

Twitter: @arisuhendra17
Instagram: @arissuhendra

http://ngecaknekat.wordpress.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML tags are not allowed.