Kecamatan Payung

Kecamatan Payung merupakan salah satu dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka Selatan dengan ibukota berada di Desa Payung. Hingga saat ini, wilayah admistratif Kecamatan Payung terdiri dari 9 Desa yaitu Bedengung, Irat, Sengir, Nadung, Ranggung, Pangkal Buluh, Malik dan Paku.

GEOGRAFIS

Secara geografis Kecamatan Payung terletak di utara Kabupaten Bangka Selatan. Di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bangka Tengah. Di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Simpang Rimba, di sebelah timur Kecamatan Air Gegas dan di sebelah selatan dengan Kecamatan Pulau Besar.

Luas wilayah daratan Kecamatan Payung sebesar 372,95 km yang seluruhnya berupa daerah bukan pesisir, kecamatan payung memiliki potensial yang besar untuk dikembangkan sektor perkebunan karena luas lahan yang digunakan untuk permukiman dan perkarangan hanya sekitar 3,18 Km atau 0.86% dari luas seluruh wilayah kecamatan, sedangkan untuk untuk lahan kering 369,97 Hektar atau sekitar 99.14%. Dari segi iklim, kecamatan payung beriklim tropis tipe A.

PEMERINTAHAN

Dalam tiga tahun terakhir yaitu dari tahun 2008-2010, tidak terjadi pemekaran pada level desa di Kecamatan Payung. Pemekaran terjadi hanya pada level dusun, yaitu 20 dusun di tahun 2008 kemudian meningkat menjadi 42 dusun di tahun 2010. Meskipun terjadi pemekaran pada level dusun di tahun 2010, namun jumlah perangkat dusun tidak mengalami peningkatan, tetap berjumlah 23 orang dari tahun 2008-2010.

Dalam menunjang kegiatan di desa, di perlukan pembiayaan yang berkelanjutan yang tertuang dalam APBDes. Kontributor terbesar pada jumlah pendapatan desa masih tetap didominasi oleh komponen ADD yang bersumber dari dana bantuan Pemda, Provinsi dan Pusat. Tahun 2008-2009 kontribusi ADD terhadap pendapatan sebesar 100% sedangkan pada tahun 2010 sebesar 99.95%. Ketiadaan peraturan desa yang bekaitan dengan PADes menyebabkan kontribusi PADes di dalam pendapatan hanya 0.05%. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk membuat peraturan desa (Perdes) agar PADes dapat meningkat.

PENDUDUK

Selama periode 2008-2010, jumlah penduduk Kecamatan Payung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2008 jumlah penduduk mengalami pertumbuhan sebesar 2,68 persen dan menurun di tahun berikutnya menjadi 2,21 persen. Tahun 2010 pertumbuhan penduduk cukup tinggi sebesar 4.71% persen. Pertumbuhan penduduk yang tinggi merupakan masalah serius, karena akan berdampak luas dalam perekonomian, yang akan menjalar pada masalah sosial. Untuk itu pemerintah harus menjaga/mengontrol pertumbuhan penduduk ini.

Jumlah penduduk Kecamatan Payung pada tahun 2010 sebanyak 18.930 jiwa. Di tahun tersebut, setiap 1 km ditempati oleh 51  jiwa. Sex Ratio Kecamatan Payung terus meningkat, tahun 2008 sebesar 103 kemudian meningkat di tahun 2009 menjadi 105. Sex Rasio pada tahun 2010 paling tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya yaitu sebesar 108 yang artinya untuk setiap 208 jiwa penduduk di Kecamatan Payung terdapat 100 penduduk perempuan dan 108 penduduk laki-laki. Hal ini juga menunjukkan bahwa dominasi penduduk laki-laki semakin meningkat.

Komposisi penduduk di Kecamatan Payung tahun 2010 tercermin pada piramida penduduknya yang didominasi oleh kelompok umur usia produktif yaitu penduduk berusia 15-64 tahun. Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam menyiapkan lapangan usaha agar penduduk usia produktif ini tidaklah menjadi potensi pengangguran di Kecamatan Payung.

PENDIDIKAN

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai-mana disebut dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Upaya pemenuhan tujuan tersebut dilaksanakan melalui penyelenggaraan pendidikan yang tersebar di seluruh wilayah nusantara baik negeri atau swasta.

Untuk Kecamatan Payung tahun 2010 sudah tersedia sampai pada jenjang SMA/sederajat dengan rincian sekolah SD negeri/swasta sebanyak 11 unit, SMP negeri/swasta 3 unit, serta SMA/SMK negeri/swasta sebanyak 2 unit.

Dari sekolah yang ada tersebut jumlah murid pada tahun 2010 berjumlah 3.664 siswa negeri/swasta dengan sebaran murid SD sebanyak 2.396 murid, murid SLTP sebanyak 730 murid, dan murid SMA sebanyak 538 murid.

Sebagai pendukung sarana dan prasarana yang telah dibangun harus diimbangi pula dengan  keberadaan guru yang relatif banyak. Hingga tahun 2010 jumlah guru yang berada di Kecamatan Payung seluruhnya ada 216 orang baik  untuk sekolah negeri ataupun swasta dengan rincian mengajar di SD sebanyak 131 orang, di SLTP sebanyak 45 orang, dan di SMU sebanyak 40 orang.

KESEHATAN

Sumber daya manusia yang berkualitas dan sehat secara jamani dan rohani senantiasa menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan. Fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik menjadi tuntutan utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hingga tahun 2010, fasilitas kesehatan yang dimiliki Kecamatan Payung sudah cukup lengkap. Hal ini dibuktikan dengan adanya satu Puskesmas induk, lima puskesmas pembantu, dan 10 posyandu.

Jumlah tenaga medis di Kecamatan Payung tahun 2010 menurun dibandingkan tahun 2009. Dimana pada tahun 2010 jumlah dokter yang ada sebanyak 2 orang, 24 orang sebagai paramedis, dan 9 orang sebagai bidan desa.

Dari dari tahun 2008-2010, penggunaan alat kontrasepsi semakin meningkat hal ini di karenakan semakin pedulinya masyarakat akan pentingnya peran Keluarga Berencana di dalam menciptakan keluarga kecil yang bahagia. Pada tahun 2010 Metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntikan. Jumlah penguna alat kontrasepsi di kecamatan payung selama tahun 2010 sebanyak 10.703.

PERTANIAN

Sektor Pertanian merupakan salah satu sektor utama dalam perekonomian Kecamatan Payung, karena merupakan kontributor terbesar pertama terhadap PDRB Kecamatan Payung. Dilihat dari subsektor pendukungnya, kontribusi subsektor tanaman perkebunan dan subsektor tanaman bahan makanan (tabama) merupakan merupakan yang terbesar.

Pada subsektor tanaman perkebunan, karet merupakan komoditas utama karena menghasilkan produksi yang terbesar dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya, disusul Lada dan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan kedua dan ketiga pada subsektor perkebunan di Kecamatan Payung. Selama tiga tahun terakhir yaitu dari tahun 2008 sampai tahun 2010 produksi lada selalu menurun hal ini dikarenakan kurang menjanjikannya harga lada di pasaran.Sedangkan untuk sektor tanaman panggan untuk tahun 2010 tidak ada produksi hal ini di karenakan pada tahun 2010 hujan turun sepanjang tahun 2010, yang menyebabkan tidak adanya pembukaan lahan baru, dikarenakan sistem penanaman padi ladang yang berpindah-pindah.

PERTAMBANGAN & ENERGI

Pertambangan merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian Kecamatan Payung, karena di dalamnya  terdapat produk yang bernilai tinggi yaitu timah dan sektor ini cukup banyak dalam hal penyerapan tenaga kerja. Dari data yang ada, produksi bijih timah di Kec. Payung selama tiga tahun terakhir terus meningkat. Tahun 2008 produksi bijih timah mencapai 45 ton dan terus meningkat hingga tahun 2010 mencapai 182 ton.

Keberadaan energi listrik sangat penting untuk pemenuhan penerangan, penggunaan alat rumah tangga, selain itu energi listrik dapat menunjang proses produksi agar lebih efisien. Oleh karena itu keberadaan listrik yang mencukupi merupakan hal yang vital, terlebih lagi jika listrik tersebut dipakai dalam proses produksi. Untuk Kecamatan Payung penyediaan listrik PLN sudah dinikmati sekitar 79,67 persen dari rumah tangga (RT) yang ada, sisanya sebesar 3,57 persen menggunakan mesin diesel sendiri, 10,78 persen menggunanakan diesel milik orang lain dan sebanyak 5,97 persen menggunakan minyak tanah. Dari data tersebut bisa dikatakan bahwa pemenuhan energi listrik sudah cukup merata di Kecamatan Payung.

TRANSPORTASI

Untuk hal transportasi, masyarakat Kecamatan Payung lebih banyak menggunakan motor. Dari data yang ada, jumlah kendaraan bermotor yang digunankan terus meningkat dari tahun 2008 yaitu 6.904 motor menjadi 9.348 motor di tahun 2010. Guna mendukung kelancaran sektor transportasi tersebut dibuatlah jalan-jalan aspal. Sampai tahun 2010 kondisi jalan di Kecamatan Payung sudah cukup bagus. Dari sekitar 99.35 km panjang jalan yang ada di Kecamatan Payung, 94 persen jalan sudah diaspal sedangkan 6 persen masih dalam kondisi tanah.

 

Sumber : BPS Kabupaten Bangka Selatan