Kecamatan Tukak Sadai

Kecamatan Tukak Sadai merupakan kecamatan dengan luas daratan terkecil di bandingkan 7 kecamatan lain yang ada di Kabupaten Bangka Selatan. Dengan luas wilayah sebesar 126 km,  Kecamatan Tukak Sadai secara administratif terbagi menjadi 5 Desa yaitu Sadai, Tukak, Pasir Putih, Tiram dan Bukit Terap.

GEOGRAFI

Secara geografis Kecamatan Tukak Sadai  berbatasan dengan Kecamatan Toboali dan Selat Gaspar di sebelah utara, Laut Jawa di sebelah Selatan kemudian di sebelah timur berbatasan dengan  Kecamatan Lepar Pongok dan sebelah barat dengan Kecamatan Toboali. Lokasi yang berbatasan dengan laut tersebut, menjadikan semua desa di Kecamatan Tukak Sadai merupakan desa pesisir. Namun apabila dilihat dari topografi, semua desa mempunyai topografi datar.

Kecamatan Tukak Sadai beriklim tropis tipe A, dengan tekanan udara rata-rata berkisar 1.009,4 mb di tahun 2010. Suhu udara rata-rata yang terjadi di Kecamatan Tukak Sadai tahun 2010 cukup panas yaitu 26,95 dengan kelem-baban sebesar 82,8 persen dan curah hujan rata-rata sebesar 287,0 mm/bulan yang terjadi  selama 260 hari.

PEMERINTAHAN

Dalam tiga tahun terakhir yaitu dari tahun 2008-2010, tidak terjadi pemekaran pada level desa di Kecamatan Tukak Sadai. Pemekaran terjadi hanya pada level dusun, yaitu 7 dusun di tahun 2008 kemudian meningkat menjadi 9 dusun di tahun 2009 dan meningkat lagi di tahun 2010 menjadi 10 dusun.

Meskipun terjadi pemekaran pada level dusun selam tahun 2009 dan 2010, namun jumlah perangkat dusun baru bertambah di tahun 2010 menjadi 10 orang. Selain pada level dusun perubahan jumlah perangkat terjadi juga pada level Rukun Tetangga, yaitu 40 orang di tahun 2008 kemudian meningkat menjadi 57 orang di tahun 2010. Sementara itu jumlah perangkat desa menurun dari 23 oarang di tahun 2008 menjadi 20 orang di tahun 2010.

Dalam proses pembangunan, selain dibutuhkan sumber daya manusia (yang menduduki perangkat tertentu dalam suatu pemerintahan), dibutuhkan pula adanya suntikan modal/kapital agar proses pembangunan dapat berjalan lancar. Dari tahun 2008-2010 jumlah bantuan pembangunan dan swadaya masyarakat di Kecamatan Tukak Sadai terus meningkat dari tahun 2008 sebesar 0,7 milyar rupiah menjadi 1,7 milyar rupiah di tahun 2010.

PENDUDUK

Komposisi penduduk di Kecamatan Toboali tahun 2010 tercermin pada piramida penduduknya yang didominasi oleh kelompok umur usia produktif yaitu penduduk berusia 15-64 tahun. Selain itu komposisi penduduk juga di dominasi oleh penduduk laki-laki dengan sex ratio tahun 2010 sebesar 109 artinya untuk setiap 209 jiwa penduduk di Kecamatan Tukak Sadai terdapat 100 penduduk perempuan dan 109 penduduk laki-laki. Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam menyiapkan lapangan usaha agar penduduk usia produktif ini tidaklah menjadi potensi pengangguran di Kecamatan Tukak Sadai.

Selama periode 2008-2010, jumlah penduduk Kecamatan Tukak Sadai terus  berkurang. Pada tahun 2008 jumlah penduduk sebanyak 13.388 jiwa kemudian berkurang sebesar 3.278 jiwa di tahun 2009. Hingga tahun 2010 jumlah penduduk Kecamatan Tukak Sadai menjadi 9960 jiwa, berkurang  150 jiwa dari tahun 2009. Akibat berkurangnya jumlah penduduk tersebut, berdampak kepada kepadatan penduduk yang semakin menurun. Tahun 2008 kepadatan penduduk sebesar 106 jiwa/km. kemudian turun drastis di tahun 2009 menjadi 80 jiwa/km.Tahun 2010 kepadatan penduduk berkurang lagi menjadi 79 jiwa/km.

PENDIDIKAN

Untuk di Kecamatan Tukak Sadai tahun 2010  tersedia fasilitas sekolah sampai pada jenjang SMP dengan rincian sekolah SD negeri sebanyak 4 unit, SMP negeri 1 unit. Kondisi ini tentu harus mendapat perhatian dari pemerintah agar proses pendidikan dapat terus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi.

Dari sekolah yang ada tersebut jumlah murid pada tahun 2010 berjumlah 1.462 siswa negeri dengan sebaran murid SD sebanyak 1.127 murid, murid SMP sebanyak 335 murid. Sebagai pendukung sarana dan prasarana yang telah dibangun harus diimbangi pula dengan  keberadaan guru yang relatif memdai.

Hingga tahun 2010 jumlah guru yang berada di Kecamatan Tukak Sadai seluruhnya ada 71 orang baik  untuk sekolah negri dengan rincian mengajar di SD sebanyak 55 orang dan SMP sebanyak 16 orang.

KESEHATAN

Fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik menjadi tuntutan utama dalam menjaga kesehatan masyarakat. Hingga tahun 2010, fasilitas kesehatan yang dimiliki Kecamatan Tukak Sadai belum begitu lengkap. Fasilitas kesehatan hanya terdapat satu puskesmas induk dan 8 posyandu.

Untuk tenaga medis hanya terdapat bidan desa, namun di tahun 2010 sudah terdapat 7 tenaga paramedis yang berarti terdapat perbaikan dalam bidang kesehatan oleh pemerintah . Tahun 2008 hanya terdapat 3 bidan desa dari 5 desa yang ada kemudian meningkat menjadi 5 bidan desa di tahun 2010.

Dari sepuluh penyakit terbanyak yang menjadi gangguan kesehatan penduduk di Kecamatan Tukak Sadai, penyakit infeksi akut lain SPBA paling banyak diderita oleh masyarakat. Selain paling banyak, perkembangan penyakit ini pesat, bisa dilihat tahun 2009 penderita penyakit ini sebanyak 59 orang kemudian meningkat tajam di tahun 2010 menjadi 308 orang. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah agar tercipta SDM yang sehat.

PERTANIAN

Sektor pertanian terdiri dari subsektor tabama, subsektor perkebunan, subsektor perikanan dan subsektor kehutanan
Pada subsektor tabama di Kecamatan Tukak Sadai hanya ketimun yang menonjol produksinya di tahun 2010 mencapai 410 ton. Untuk padi ladang tahun 2010 tidak menghasilkan lagi karena tidak ada yang menanam. Untuk jagung produksinya selalu meningkat tiap tahun sedangkan untuk ubi jalar baru ada di tahun 2010 dengan produksi mencapai 60 ton.

pada subsektor perkebunan di Kecamatan Tukak Sadai. Selama tiga tahun terakhir yaitu dari tahun 2008 sampai tahun 2010 produksi lada dan karet selalu meningkat. Tahun 2008 produksi lada mencapai 84 ton kemudian meningkat hingga tahun 2010 mencapai 1509 ton, sedangkan untuk karet tahun 2008 produksinya mencapai 132 ton kemudian terus meningkat hingga tahun 2010 mencapai 2122 ton.

PERTAMBANGAN & ENERGI

Pertambangan merupakan salah satu sektor penting bagi perekonomian Kecamatan Tukak Sadai, karena di dalamnya  terdapat produk yang bernilai tinggi yaitu timah dan sektor ini cukup banyak dalam hal penyerapan tenaga kerja. Dari data yang ada, produksi bijih timah di Kec. Tukak Sadai menurun dari tahun 2009 sebesar 249 ton menjadi 226 ton di tahun 2010.

Dalam hal penyerapan tenaga kerja, tahun 2008 sektor pertambangan mampu menyerap 146 Tambang Inkonvensional (TI) dengan tenaga kerja 584 orang. Tahun 2009 penyerapnya naik menjadi hanya 156 TI dengan tenaga kerja 624 orang. Tahun 2010 penyerapanya menurun menjadi 95 TI dengan tenaga kerja 359 orang. Penurunan penyerapan tenga kerja di tahun 2010 sejalan dengan penurunan produksi bijih timah.

Pada sektor energi, penyediaan listrik PLN di Kecamatan Tukak Sadai belum ada. Masyarakat Kecamatan Tukak Sadai masih menggunakan diesel dan minyak tanah sebagai energi penerangan dengan rincian sebesar 44,06 persen rumah tangga (RT) menggunakan mesin diesel sendiri, 39,77 persen  RT menggunanakan diesel milik orang lain dan sebanyak 16,18 persen  RT menggunakan minyak tanah.

TRANSPORTASI & KOMUNIKASI

Untuk hal transportasi, masyarakat Kecamatan Tukak Sadai lebih banyak menggunakan motor. Dari data yang ada, jumlah kendaraan bermotor yang digunankan terus meningkat dari tahun 2008 yaitu 2846 motor menjadi 4916 motor di tahun 2010. Guna mendukung kelancaran sektor transportasi tersebut dibuatlah jalan-jalan aspal. Sampai tahun 2010 kondisi jalan di Kecamatan Tukak Sadai sudah cukup bagus. Dari sekitar 52 km panjang jalan yang ada di Kecamatan Tukak Sadai, 74 persen jalan sudah diaspal sedangkan 16 persen masih dalam kondisi tanah dan 10 persen masih dalam kondisi jalan kerikil.

Dalam hal penunjang komunikasi, sudah terdapat tujuh tower (pemancar sinyal telepon gengam) dengan rincian 2 di Desa Sadai, 2 di Desa Pasir Putih, 2 di Desa Tiram dan 1 di Desa Bukit Terap sedangkan untuk Desa Tukak belum ada. Di jaman sekarang penyebaran informasi sangat penting agar tidak tertinggal dari wilayah lain untuk itu pembangunan penunjang komunikasi sangat diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HTML tags are not allowed.